setelah
melakukan one on one dengan Murasakibara, Akashi berubah derastis, semua
anggota generation of miracle di buat terkejut, terlebih lagi Kuroko yang baru
pulang dari membujuk Aomine yang sepulangnya mendapatkan orang lain dalam tubuh
sang kapten, ia bahkan menanyakan “Siapa kau?” pada sang kapten yang
mengeluarkan aura aneh yang sangat dingin dan dominan, namun sang kapten saat
itu hanya menjawab “aku Akashi Seijuurou”
di tengah
kebingungan di antara perkembangan cepat yang tak terkontrol dari para KISEDAI
dan perubahan menakutkan dari Akashi, seorang anak kecil mendatangi Kuroko dan Momoi
saat itu dan meminta kedua orang itu berjanji padanya
“Berjanjilah
Kuroko-nii dan Momoi-nee jangan membenci Sei-nii kumohon, dan tolong kalahkan
Sei-nii lalu kembalikan Sei-nii seperti dulu”
.
.
.
Promise © LiYuAi
Kuroko no
basket © Fujimaki-sensei
Semi canon,
oc, ooc, gaje, abal, miss typos, etc
Kuroko T, Momoi
S, Akashi Yuki (OC)
K
Friendship,
family
…
..
.
DLDR
…
..
.
Enjoy it
…
..
.
LiYuAi
present
Promise
.
…
..
.
Sore itu hujan deras mengguyur seisi
Tokyo membuat dua insan berbeda jenis terpaksa berteduh di salah satu kedai
kopi, dan berharap hujan mereda dengan cepat, seragam khas Teikou gakuen mereka
sedikit basah namun tampaknya mereka tak terlalu mengacuhkannya, secangkir
cappuchio hangat terhidang di depan mereka, tak ada obrolan atau sekedar
omongan ringan di antara mereka, hanya ada kesunyian yang menggigit.
Raut wajah kedua insan itu
benar-benar tak menyiratkan rasa senang atau apapun, hanya ada siratan khawatir
dan sedih di sana, kedai kopi yang kosong hanya diisi kedua insan ini pun
tampaknya semakin membuat keduanya terlarut dalam pikiran mereka masing-masig
Sekian puluh menit telah berlalu dan
mereka masih diam, sesekali keduanya menyesap cappuchino yang masih mengepul
hangat “Ne, Kuroko-kun apakah semuanya bisa kembali seperti dulu lagi?” nada
suara pesimis dan sedih itu dilontarkan oleh sang gadis bersurai merah muda
kepada pemuda di depannya yang masih memandang kosong hujan yang kian menderas
“Entahlah, Momoi-san aku tak yakin,
semuanya bertindak semaunya sendiri dan kemampuan mereka berkembang melebihi
normal, belum lagi masalah Akashi-kun” pemuda itu menghela nafas dan
mengalihkan pandangannya memandang gadis di depannya lalu melempar senyum sedih
“Aku tak yakin, semuanya sudah menghilang sekarang”
Kesunyian kembali menyapa mereka
berdua, namun tak lama karena denting lonceng kecil di depan pintu masuk
berbunyi nyaring, menandakan seorang pelanggan baru dating, namun keduanya tak
menggubris pelanggan itu dan mereka tetap pada fikiran mereka masing-masing
“ada yang bisa kami bantu, gadis
kecil?” suara waiter membuat pelanggan itu tersenyum ramah dan mengangguk kecil
“tolong Ceylon tea di meja no 15 itu
ya” suara manis gadis itu membuat sang waiter mengangguk dan tersenyum
“baiklah tunggu sebentar”
Langkah kecil gadis itu bergerak
cepat menuju meja Kuroko dan Momoi, ia sedikit mendongak karena tinggi meja itu
melebihi tingginya sekitar 2 centian lagi “onii-san, onee-san boleh aku
bergabung di meja kalian?” sapaan dari suara manis itu sukses membuat Kuroko dan
Momoi yang masih melayangkan fikiran mereka entah kemana itu menoleh
Kedua insan itu menoleh dan
mendapati sosok gadis kecil dengan surai crimson sepinggang yang di hias
bandana putih dengan motif bunga-bunga kecil dan dress manis layaknya princess
yang mengembang cantik berwarna senada rambut panjangnya
Keduanya melongo sesaat, gadis kecil
ini manis sangat manis dengan senyumnya yang mengembang itu ia mirip seseorang,
“masaka?” Momoi terkesiap dan menoleh reflex kearah Kuroko begitupun Kuroko,
sesaat mereka saling berpandangan dalam diam
“ne, boleh kah?” gadis kecil itu
kembali mengulangi kata-katanya, dan reflex Momoi dan Kuroko mengangguk, dan
tanpa basa-basi gadis itu mengambil tempat duduk di samping Kuroko mencoba
untuk duduk namun ia tak bisa karena kursinya terlalu tinggi untuknya, dan Kuroko
dengan senyum khas nya membantu gadis kecil itu duduk
“arigatou nii-chan” kelewat cepat
sapaan gadis itu mengakrab? Membuat Kuroko menggernyit heran namun ia berfikir
namanya juga anak kecil tak apalah, lain halnya dengan Momoi yang sekarang
tersenyum-senyum sendiri ‘ah kami seperti pasangan ayah dan ibu’ fikir gadis
itu, entah hilang kemana galaunya tadi
“sumimasen, saya membawa pesanan”
seorang waiter datang dengan segelas porselen yang berisi cairan kuning pucat
keemasan yang berbau lembut, lalu menghidangkannya dan kembali pergi
“nah, gadis kecil bisa kau beri tahu
namamu?, atau kau tersesat mencari orang tuamu?” Momoi memulai pembicaraan dan
gadis kecil di depannya merespon dengan mengambil cangkir teh nya dengan gaya
yang khas dan menyesapnya pelan
Kedua mahluk biru dan pink itu
melongo sesaat, gaya minum teh yang di perlihatkan gadis itu sungguh mirip gaya
bangsawan, ringan, anggun, sopan, dan bertatakrama. Meletakkan cangkirnya gadis
itu kembali tersenyum “Akashi Yuki desu”
Blarrr… ada sesuatu yang pecah
difikiran keduanya ‘pantas ia mirip seseorang, ternyata ia mirip Akashi-kun’
fikir mereka bersamaan “ano, Akashi-san …”
“Yuki saja nii-chan” potong gadis itu
saat Kuroko baru akan bicara “ah baiklah Yuki, apakah kau adik dari Akashi-kun?
Ehm maksud ku Akashi Seijuurou-kun?” gadis itu mengagguk pelan dan menarik
senyumnya, membuat ekspresi ceria yang sedari tadi di pajangnya menghilang
dengan ekspresi sulit bagi anak kecil seumuran dengannya
“Ya aku adik Seinii-chan, dan
nii-chan banyak cerita tentang Kuroko-nii dan Momoi-nii” ujarnya masih dengan
ekspresi yang sama, namun itu membuat kedua orang itu berekspresi pahit
Momoi mengambil gelas chappuchino di
depannya lalu menyesapnya “lalu apakah kau tersesat?” Yuki menggeleng menerima
pertanyaan dari Momoi
“lalu kenapa kau kesini? Hanya untuk
berteduhkah?” Kuroko mengikuti jejak Momoi melempar pertanyaan dan menyesap
cappuchino nya
“ya aku kesini untuk berteduh dan
melihat kalian berdua persis seperti orang dalam foto yang di tunjukkan
nii-chan padaku tiap malam, dan seragam kalian mirip seragam nii-chan jadi
kuputuskan untuk menghampiri kalian berdua, namun bukan hanya itu yang ku
lakukan disini”
Kuroko dan Momoi mengerjap mendengar
kata-kata gadis kecil itu, bukan soal berteduh ataupun gadis kecil itu mengenal
mereka namun soal ‘Akashi menunjukan foto mereka tiap malam pada adiknya’ untuk
apa coba? “hah, kalau kalian tak percaya ini” gadis kecil itu mengeluarkan
handphone nya yang notabene nya sangat tidak mungkin dimiliki anak seumuran
dengan gadis ini
Namun bukan itu yang mereka
permasalahkan sekarang, hanya foto yang menjadi wallpaper gadis itu
Foto mereka semua yang bermandi
keringat dalam balutan jersey Teikou dang mereka tampak senang serta sebuah
piala besar di tangan sang kapten, itu foto mereka saat mereka pertama kali
memenangkan inter high dan saat itu mereka masih sebagai tim yang solid
Momoi merasakan matanya memanas dan
selanjutnya hanya ada isakan darinya, sementara Kuroko tersenyum pahit “kenapa?
Kenapa Akashi-kun menunjukanmu foto itu?”
“karena kata Sei-nii, kalian adalah
tim terhebat” jujur gadis itu dan mata crimson yang sama persis seperti punya
kakak nya itu berkaca, tak lama tangis gadis kecil itu pecah dan dengan
cepatnya gadis itu memeluk pinggang Kuroko “Kurko-nii kumohon, kumohon
berjanjilah sesuatu padaku”
Kuroko terhenyak, dan perlahan ia
membelai surai lembut itu “katakan Akashi kecil?” suara Kuroko terdengar begetar,
semua kejadian buruk dengan Aomine di tepi sungai di bawah jembatan saat hujan,
perkataan Akashi, sikap Murasakibara dan perubahan besar-besaran pada
Generation of Miracle serta perpecahan tim yang sangat ia banggakan dulu
kembali menyelinap di otaknya
“Berjanjilah Kuroko-nii dan Momoi-nee
jangan membenci Sei-nii kumohon, dan tolong kalahkan Sei-nii lalu kembalikan
Sei-nii seperti dulu” isak gadis itu membuat Kuroko menganga sesaat dan Momoi
menghentikan tangisnya “sekarang nii-chan bukan lagi nii-chan, nii-chan berubah
, nii-chan tak lagi bercerita padaku tiap malam tentang timnya yang hebat serta
seorang manager cantik yang pintar, nii-chan tak lagi menunjukanku foto-foto
kalian semua, bahkan nii-chan tak lagi berbicara kepadaku, nii-chan tak lagi
memperdulikanku” isak gadis itu
Hati Kuroko dan Momoi mencelos
mendengarnya, masaka? Akashi setega itu dengan adiknya sendiri? Ataukah
perubahan Akashi itu yang membuat benar-benar lupa segalanya, dan reflex Kuroko
mengepalkan tangannya meredam emosinya membayangkan semua itu
“masaka? Akashi-kun sampai seperti
itu dengan adiknya? Walaupun Dai-chan juga seperti itu denganku” Momoi semakin
kesal dan air matanya semakin deras saja bercucuran
“tolong nii-chan, nee-chan tolong
kembalikan Seijuurou nii bukan Akashi nii,” desis gadis itu dalam isakannya,
dan Kuroko terperangah mendengarnya, ingatannya saat berbicara berdua dengan Akashi
saat itu saat dimana Akashi bilang ‘sejak awal di dalam tubuh ini ada dua
orang, dan sekarang mereka bertukar tempat’ berarti memang Akashi punya dua
kepribadian
“maaf tapi kami tak tahu caranya” Kuroko
tertunduk lesu gadis kecil di pelukannya mendongak menatap wajahnya “kalahkan
nii-chan, maka Akashi-nii akan kembali ketempatnya semula dan Sei-nii akan
kembali pada kita”
Kuroko dan Momoi sontak menggeleng
tak yakin “Akashi-kun terlalu kuat, ia lebih kuat dari Kiseki no Sedai yang
lainnya, tak mungkin aku dan Kuroko-kun bisa mengalahkannya, dan dalam hal
apapun Akashi-kun itu sempurna”
Gadis kecil itu menggeleng dan
melepaskan pelukannya pada Kuroko, meronggoh sakunya lalu menyodorkan sebuah
wrist brand biru muda pada Kuroko “kalau begitu kalahkan nii-chan di dalam
basket di olah raga kesukaannya, dan aku yakin Kuroko-nii pasti bisa” gadis itu
menyerahkan wrist brand pada Kuroko “lalu untuk Momoi-nee jagalah nii-chan dan
anggota yang lain, karena kata Sei-nii one-chan manager yang baik dan pintar”
Tak ada hal yang pasti dalam
kata-kata anak kecil sepertinya namun Momoi berhenti menangis dan Kuroko
tersenyum samar, gadis kecil itu juga menampikkan tangisnya dan menunjukan
senyum manisnya, kedua orang itu tercengang
Senyum lembut gadis ini mirip sekali
senyum Akashi saat dimana Akashi menolong seorang gadis yang menjatuhkan
beberapa seragam basket Teikou yang baru di cuci dan itu dulu sekali saat
mereka masih kelas VII awal dan belum ada yang berubah, itu membuat perlahan
senyum semangat teukir di wajah gadis manis manager tim basket Teikou itu.
Beda dengan fikiran Momoi, namun Kuroko
merasakannya juga senyuman yang sama saat dimana Akashi menariknya dari 3rd
string ke 1st string, lalu senyum lembut Akashi saat ia berhasil
menunjukan pada semuanya kemampuannya dan mendapat pengakuan semuanya, lalu
senyum saat mereka pertama kali memenangkan inter high, senyum lembut yang khas
senyum menentramkan yang membawa semangat
Dan mereka semua berakhir dengan
senyuman semangat “bukan Cuma Akashi-kun yang akan ku kalahkan dan kuubah namun
semuanya juga akan kuubah” Kuroko berujar antusias, dan Momoi mengangguk
menyetujuinya
“kalau begitu bagaimana jika
mengobrol dengan santai dan bahagia untuk sore ini saja sampai hujan selesai?”
Ħ†
Pagi itu cukup cerah dan Kuroko
serta Momoi sudah mendapatkan tujuan mereka kembali serta mendapat semangat
dari seorang gadis kecil yang manis kemarin sore dan disini mereka berdua di
lapangan indoor berlatih basket dengan anggota yang lainnya walaupun para
Kiseki no Sedai tak satupun yang datang berlatih
Sampai Momoi di panggil ke ruang
pelatih untuk menyusun berkas-berkas formulir pendaftaran para member di klub basket
yang sudah berdebu, dan maniknya menemukan formulir yang diisi oleh Akashi, dan
dengan sangat jelas disana terisi Akashi tidak mempunyai saudara satupun
membuatnya melongo sesaat “lalu siapa Yuki?” desisnya kecil
“Satsuki, sedang apa kau pelatih
menyuruhku membantu mu menyusun berkas disini” suara itu sontak membuat gadis
merah muda itu menoleh dan mendapati sang kapten di belakangnya yang menatapnya
datar dan membantunya membereskan berkas-berkas itu
“eh, Akashi-kun” gagapnya namun tak
di sambut oleh orang yang bersangkutan, selama beberapa saat mereka diam,
memebereskan berkas-berkas itu sampai Momoi merasa tingkat penasarannya
melambung tinggi “Akashi-kun boleh aku bertanya sesuatu?”
“ya?”
“apakah Akashi-kun punya seorang
adik perempuan?”
Beberapa saat kegiatan Akashi
terhenti, maniknya membulat “tidak!” jawabnya singkat membuat Momoi bungkam
“bukankah Akashi Yuki itu adik mu Akashi-kun?”
suara dari balik pintu membuat Momoi dan Akashi yang tengah membereskan berkas
menoleh dan menemukan Kuroko yang masih dengan jersey nya datang mendekat
“ya dia adikku, namun sudah bukan
lagi” sentak Akashi cepat dan kembali menekuni berkas yang sudah siap ia angkat
keluar
“kenapa kau tak menganggap ia adik
mu lagi?” Kuroko menggeram dan Akashi berbalik dengan setumpuk berkas di
tangannya yang siap ia bawa keluar, dan dengan santainya ia berjalan keluar,
namun saat berpapasan dengan Kuroko ia diam sejenak
“karena ia sudah meninggal 5 tahun
lalu” Akashi berbisik dan meninggalkan ruangan itu membuat Kuroko terhenyak
begitupun dengan Momoi karena bisikan Akashi tadi pelan namun cukup keras untuk
di dengar di ruangan sesepi ini
Keduanya diam sesaat lalu senyum
semangat tersimpul di wajah Kuroko
“aku pasti akan memenuhi janjiku Yuki-chan,
membawa kembali Seijuurou onii-chan mu dan para para Kisedai yang lain.”
OWARI
Sabtu, 22
februari 2014
16:47